Lewat tokok-tokoa dengan beragam karakter: nakal, kreatif, pintar, kutu buku, suka musik dan lugu, novel ini memperlihatkan lika-liku remaja mencari cinta dan sekaligus menyentil kamu-kamu dengan beragam aroma.
Seandainya saja dia cukup puas dengan gelar sarjana, mungkin dia tak akan kehilanganku. Ya, meski tepatnya aku yang kehilangan dia. Dia terlalu ingin menjadi taruan, bergelar Letda saat lulus dan menjadi tentara pada akhirnya. Aku anak PKI, dilarang mencintai taruna. Kami memang bercinta malam itu, mencintai pinggangnya sebanyak aku mencintai hal-hal yang cerdas dan jenius. Tapi seseorang berbiā¦