Kumpulan puisi ini adalah protes kepada Orde Baru, gugatan kepada kebobrokan akhlak yang lebih luas dari sekedar kekuasaan politik.
Tahun 1968 Muhammad Hashim Taib memilih Syair Yatim Nestapa sebagai latihan ilmiahnya untuk mencapai gelar B.A. (Hons) di Universitas Malaya.